BBM Naik Jangan Panik
Beberapa waktu yang lalu, tepatnya 24 Mei 2008, pemerintah Indonesia menaikkan harga BBM. Hal ini membuat panik banyak pihak, tanpa terkecuali. Mulai dari pedagang sayur, ibu-ibu rumah tangga, sampai para taipan. Tapi, apa mau dikata harga minyak mentah dunia sedang meroket tajam. Jika BBM terus-terusan di subsidi pemerintah bisa-bisa pemerintah kita bangkrut. Jadi, daripada protes dan berdemo karena BBM naik lebih baik cari solusi untuk menyiasati kenaikan BBM.
Bagi yang memiliki kendaraan berbahan bakar diesel bisa sedikit bernapas lega karena kenaikan harga BBM bisa disiasati dengan biodiesel atau SVO (straight vegetable oil atau minyak goreng) yang ternyata bisa kita produksi sendiri dan ramah lingkungan. Hal ini saya ketahui ketika iseng-iseng buka youtube dan menemukan video tentang sekelompok anak muda di Amerika yang melakukan roadtrip ke Alaska dari Philadelphia dengan bus berbahan bakar SVO (http://youtube.com/watch?v=sNROaXA6OSI). Hebatnya, di video ini ditunjukkin tahap-tahap memproduksi SVO yang mereka pakai. Ternyata tidak sulit memproduksinya, tinggal cari minyak jelantah, disaring, dipanaskan, salurkan ke mesin. Setidaknya di video itu terlihat mudah.
Karena penasaran dengan SVO, saya berselancar di google dan menemukan deskripsi rinci tentang bagaimana membuat SVO (http://journeytoforever.org/biodiesel_make2.html) dan bagaimana membuat mobil meluncur dengan minyak goreng (http://journeytoforever.org/biodiesel_svo.html).
Dari artikel yang saya temukan, saya dapat menarik kesimpulan bahwa teknologi ini dapat diterapkan di Indonesia. Saya ingin sekali mencoba memraktekan teknologi ini, sayangnya saya tidak punya mobil diesel untuk jadi kelinci percobaan. Jika ada yang berminat menjadikan mobilnya untuk bahan uji coba demi kemajuan pengetahuan, penghematan uang, hubungi saya ya!
Get Philosophical With Magic Mushrooms
Ada yang pernah mencoba Magic Mushrooms? Bagi yang sudah pasti telah mengalami perjalanan spiritual yang menakjubkan. Bagi yang belum, sungguh disayangkan, anda harus mencobanya.
Kebanyakan orang menganggap Magic Mushroom sebagai suatu alternatif untuk bermabuk-mabukan selain alkohol, zat psikotropika, dan obat-obatan terlarang. Bagi saya pribadi, Magic Mushroom (MM) dapat menjadi sebuah jalan menuju pencerahan pikiran. Blog saya kali ini saya akan menjabarkan sedikit pengalaman saya saat mengonsumsi MM.
Sebelum mengonsumsi MM saya menghubungi empat teman-teman saya untuk mengonsumsi MM bersama.Kemudian kami mulai mencari MM di ladang atau kebun yang menggunakan pupuk kompos. Setelah menghabiskan 2 jam kami mencari dan tidak dapat menemukannya, kami meminta bantuan penduduk lokal untuk mencarikannya. Selang 30 menit, MM yang terkumpul sudah cukup untuk dikonsumsi oleh kami berlima. Sebuah ungkapan terima kasih kami berikan kepada penduduk lokal yang telah membantu kami, selembar uang Rupiah berwarna hijau dengan angka 20.000.
Kami pun kembali ke rumah salah satu dari kami. Sebelumnya kami membeli cemilan dan minuman manis untuk persediaan kami. Begitu tiba di rumah kami langsung memisahkan akar MM dan mencuci dengan air bersih. Setelah kami yakin MM telah bersih kami segera mengonsumsi mentah-mentah MM yang masih fresh dengan ditemani sepotong roti dan jus jeruk.
Setelah menunggu beberapa menit, kami mulai merasakan efer dari MM. Rasa mual dan ingin muntah, sendi-sendi tubuh menjadi lemas, kepala mulai ringan, kulit menjadi sensitif terhadap sentuhan dan mudah geli, sulitnya memfokuskan pandangan terhadap suatu obyek atau gambar, mudah sekali tertawa, dan mulai melakukan hal-hal yang aneh. Hal-hal aneh yang dimaksud disini bukan tindakan-tindakan yang membahayakan keselamatan. Hal aneh yang dimaksud disini adalah nungging, tertawa tanpa henti tanpa sebab yang jelas, membuat ekspresi yang tidak wajar pada wajah, dll.
Hal-hal yang telah disebutkan diatas berlangsung selama 30-60 menit. Kegiatan diatas tambah menyenangkan dengan adanya musik ’suges‘, grafik-grafik penuh warna, dan tentunya cemilan-cemilan dan makanan manis. Setelah efek halusinasi berlalu, salah satu dari kami mengajak kami untuk keluar dan ganti suasana. Kami pun berjalan mengikuti kaki melangkah sampai kami tiba di turunan dengan pemandangan yang menakjubkan. Di depan kami terpampang jalan kecil menurun dengan sungai kecil di sampingnya. Jalan kecil itu mengarah ke perumahan yang terang dengan lampu-lampu rumah-rumah tersebut. Di sebelah kiri terhampar kebun dan ladang yang entah berisi apa. Pada momen itu kami menyadari bahwa kami sedang berada di tengah-tengah mukjizat Tuhan, dunia. Mulailah kami mulai membicarakan tentang eksistensi Tuhan, eksistensi manusia, eksistensi agama, kapitalisme, perbudakan manusia oleh sistem, hidup kembali ke alam, dan segala macam kemungkinan dalam hidup yang tak pernah muncul ke permukaan ketika kami sadar. Fase ini berlangsung sampai beberapa jam, tergantung minat orang-orang yang mengonsumsi MM akan topik yang sedang dikupas.
Dari fase filosofis yang kami alami, kami mengambil kesimpulan bahwa Tuhan itu tak terbantahkan dan keberadaan kita sebagai manusia juga bukan hanya ilusi semata. Selain itu, kami juga berkesimpulan bahwa mengonsumsi MM dapat membuat kami melupakan dunia untuk sesaat dan memikirkan hal-hal yang dipertimbangkan tidak signifikan di dunia “nyata” namun sebenarnya cukup esensial dalam kehidupan. Jadi, untuk kami mengonsumsi MM adalah sebuah cara mendekatkan diri pada Tuhan, karena pada saat itu tak ada hal lain dalam kepala kami kecuali tentang semua yang berhubungan dengan Dia dan kita. Mungkin akan ada beberapa pembaca yang menganggap kami sebagai orang sesat, tapi, menurut pandangan shroomilisme, setiap orang berhak berpendapat dan tak ada pendapat yang salah. Benar dan salah itu hanya sebuah masalah persepsi, tergantung dari sudut mana kita melihat sesuatu. Maka dari itu, sebelum sebagian dari anda menganggap kami sesat, cobalah mengonsumsi MM terlebih dahulu dan lihatlah dunia dari sudut pandang kami.
Tulisan ini bukan bermaksud untuk menghasut anda mengonsumsi MM. Saya hanya menawarkan sudut pandang yang berbeda untuk melihat dunia, keputusan memilih tetap ada di tangan anda.